CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 10:00 WIB
Fountain of Neptune (Air Mancur Neptunus) alias nan dikenal “Biancone”, di Piazza della Signoria, Florence, Italia. (istockphoto/sansa55)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang turis di Florence, Italia, dilaporkan merusak air mancur berhistoris peninggalan abad ke-16. Mirisnya, tindakan vandalisme ini dilakukan demi sebuah "tantangan pra-nikah" (pre-wedding challenge).
Melansir The Independent, pre-wedding challenge itu mengharuskan pelaku menyentuh bagian intim patung berhistoris tersebut.
Pemerintah kota Florence menyatakan bahwa visitor wanita tersebut memanjat Air Mancur Neptunus, nan dikenal penduduk lokal sebagai "Biancone", di Piazza della Signoria hingga menyebabkan kerusakan pada struktur monumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden vandalisme ini terjadi pada Sabtu (18/4) dan terekam oleh kepolisian setempat. Wanita berumur 28 tahun tersebut melompati pagar pembatas dan memanjat pinggiran kolam.
Agar kakinya tidak basah, dia memanjat langsung ke salah satu kaki patung kuda nan berada di tengah air mancur. Saat diinterogasi petugas, wanita tersebut mengaku beriktikad menyentuh bagian intim patung sebagai bagian dari tantangan sebelum melangsungkan pernikahan.
Spesialis dari Palazzo Vecchio Workshop segera melakukan inspeksi pasca-kejadian. Hasilnya, ditemukan kerusakan nan disebut "kecil namun signifikan" pada bagian kuku kuda dan hiasan frieze (ukiran dinding).
Diduga, wanita tersebut berpegangan erat pada bagian ukiran untuk menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset, nan justru mengakibatkan kerusakan pada material marmer antik tersebut.
Akibat perbuatannya, turis ini telah dilaporkan ke otoritas yudisial atas tuduhan merusak monumen artistik dan arsitektur.
Air mancur nan dibangun antara tahun 1563 hingga 1565 ini memang mempunyai sejarah panjang mengenai perusakan. Dijuluki "Biancone" (Si Putih Besar) lantaran kecemerlangan marmernya.
Sejak awal berdiri, monumen ini telah menjadi sasaran vandalisme. Pada 1592, pagar pengaman pertama kali dipasang lantaran penduduk sering menggunakan airnya untuk mencuci baju.
Pada 1830 dan 1848, salah satu patung pernah dicuri, dan situs ini sempat rusak akibat hantaman meriam. Lalu, pada 2005, seorang perusak memanjat patung Neptunus dan mematahkan bagian tangannya.
Pemerintah kota Florence menegaskan bahwa turis tersebut tetap dianggap tidak bersalah hingga ada putusan akhir dari pengadilan. Namun, kejadian ini menambah daftar panjang perilaku jelek visitor nan menakut-nakuti kelestarian warisan bumi di Italia.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·