CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 08:30 WIB
Ilustrasi. Sport Tourism sekarang makin diminati visitor Indonesia. (AFP/HENRY NICHOLLS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wisata sekarang tak lagi sekadar soal beranjak tempat alias berburu destinasi populer. Dalam beberapa tahun terakhir, langkah orang menikmati perjalanan mengalami pergeseran, dari nan berkarakter santuy menjadi lebih aktif dan berorientasi pada style hidup sehat.
Salah satu tren nan mencerminkan perubahan tersebut adalah sport tourism alias wisata olahraga. Jenis perjalanan ini kian diminati, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat bakal pentingnya kesehatan dan kebugaran.
Head of Sport Holidays Golden Rama Tours & Travel, Riki Wijaya, mengungkapkan bahwa lonjakan minat visitor Indonesia
terhadap wisata olahraga memang terus meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tren ini naik sekali dari 2024 itu 29 persen, kemudian tahun 2025 ini melonjaknya sampai 320 persen. Berarti nan merasa style hidup sehat itu penting, semakin banyak," kata Riki dalam pertemuan media berjudul Wisata dan Wanita di Jakarta, Selasa (21/4).
Data internal Golden Rama Tours & Travel menunjukkan, tren ini tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah peserta, tetapi juga dari loyalitas wisatawan. Sekitar 20 persen pengguna tercatat melakukan pemesanan ulang.
Sementara itu, partisipasi wanita juga cukup besar, mencapai 34 persen dari total peserta.
Tak hanya lari, tapi juga style hidup sehat
Meski identik dengan arena lari, wisata olahraga sebenarnya mencakup beragam aktivitas. Dalam program wellness, visitor bisa memilih aktivitas seperti rafting, golf, hingga hiking.
Namun, di antara beragam pilihan tersebut, lari maraton tetap menjadi favorit visitor Indonesia. Bukan sekadar olahraga, arena maraton sekarang menjadi bagian dari pengalaman perjalanan nan prestisius.
"Pelari Indonesia ini memang sukanya pergi ke tempat-tempat nan terkenal, nan hype. Salah satunya Tokyo, Berlin, dan Sydney," ujar Riki.
Ajang maraton di Sydney, Australia, misalnya, sekarang menjadi salah satu nan paling diminati. Selain tergolong baru dalam daftar maraton bumi bergengsi, lokasinya dinilai lebih mudah dijangkau oleh visitor Indonesia. Sebelumnya, Tokyo menjadi destinasi favorit utama para pelari Tanah Air.
Minat terhadap maraton di luar negeri bukan tanpa alasan. Bagi banyak pelari, mengikuti arena internasional bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pengalaman perjalanan nan lebih luas, mulai dari menjelajah kota baru hingga berbagi momen dengan kawan alias pasangan.
Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa kota di luar negeri menawarkan kondisi nan lebih ideal untuk berlari dibandingkan dengan suasana tropis di Indonesia.
"Orang ke sana itu mencari individual achievement-nya, nan biasanya jauh lebih baik dibanding kita lomba di cuaca Jakarta alias di Indonesia," kata Riki, nan telah menyelesaikan lima dari tujuh arena maraton besar dunia.
Berlin, Jerman, disebut sebagai salah satu destinasi dengan jalur dan kondisi cuaca terbaik bagi pelari. Tak heran jika kota ini menjadi sasaran banyak peserta nan mau mencetak waktu terbaik.
(tis/tis, wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·