Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengusulkan jumlah penerima program magang nasional tahun ini naik 50 persen menjadi 150 ribu orang. Pada 2025, penerimanya ditetapkan 100 ribu orang.
Program magang nasional ini menawarkan kesempatan bagi fresh graduate untuk magang di perusahaan terpilih dengan penghasilan setara UMP/UMK selama enam bulan. Pendaftaran dilakukan melalui portal MagangHub Kemnaker.
"Kita lihat antusiasme nan luar biasa dari peserta, kemudian apresiasi dari perusahaan, kami sudah mengusulkan program magang 2026. Kami mengusulkan jumlahnya naik menjadi 150 ribu orang, tapi ini baru usulan ya," ujar Yassierli dalam Rapat Kerja Komisi IX, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, usulan sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto hingga kementerian mengenai agar program ini bisa di finalisasi dan kembali dilanjutkan di tahun ini.
"Surat sudah kami sampaikan kepada Pak Presiden dan kami tetap menunggu kesiapan anggaran. Dan semoga ini juga dengan support dari Kementerian Keuangan, dari Kemenko, kelak program ini bisa kita laksanakan, sehingga angan dari tadi para peserta magang bahwa program magang ini bisa bersambung di tahun ini memang bisa terwujud," jelasnya.
Yassierli menjelaskan untuk tahun ini program magang nasional dilakukan sebanyak III tahap dengan rincian batch I pada Oktober 2025 dan II-III menyusul di November dan Desember 2025.
[Gambas:Youtube]
Kualifikasi pemagang nan disasar adalah lulusan baru baik dari program D3, D4 alias S1. Keuntungannya, para pemagang bakal mendapatkan duit saku setara UMR setiap bulannya dari pemerintah.
Para pemagang nan terpilih bakal bekerja di perusahaan BUMN maupun swasta nan sudah diseleksi oleh Kemenaker. Tahun lalu, Total anggaran nan dikucurkan untuk insentif namalain stimulus tersebut mencapai Rp16,23 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mendorong program magang di luar negeri. Saat ini kerjasama sudah dilakukan dengan pemerintah Jepang dan bakal dilanjutkan dengan beragam negara lainnya nan sudah menyampaikan minat untuk merekrut Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri.
"Kemudian kita juga secara aktif mendatangi peluang-peluang penempatan magang di luar negeri, nan saat ini memang kita tetap konsentrasi di Jepang, walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya mengenai dengan bahasa, misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," pungkasnya.
(ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·