slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

7 Negara Yang Kasih Kamu Subsidi Menggoda Agar Mau Pindah Ke Sana

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 29 Apr 2026 07:00 WIB

Sejumlah negara di bumi sekarang menawarkan insentif finansial dahsyat bagi siapa saja nan bersedia pindah dan menetap di sana. Ilustrasi pedesaan nan elok di Italia. (istockphoto/Laz@Photo)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Jika Anda merasa biaya hidup di kota besar semakin mencekik dan memimpikan suasana baru di luar negeri namun terkendala dana, berita ini mungkin menjadi angin segar.

Sejumlah negara sekarang menawarkan insentif finansial dahsyat bagi siapa saja nan bersedia pindah dan menetap di sana.

Program-program ini umumnya diluncurkan untuk merevitalisasi organisasi nan menyusut alias menghidupkan kembali bangunan-bangunan terbengkalai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski syaratnya cukup ketat, seperti komitmen tinggal selama beberapa tahun, tapi Anda bisa membayangkan menikmati hidup di sebuah pulau eksotis di Yunani alias ketenangan lingkungan di Swiss.

Berikut adalah daftar negara dengan penawaran menarik untuk Anda pindah ke sana, melansir Mirror.

1. Yunani: Gaji Bulanan dan Rumah Gratis

Pulau terpencil Antikythera mempunyai tawaran nan terdengar mustahil: rumah cuma-cuma dan tunjangan sebesar 433 pound sterling alias sekitar Rp10,1 juta per bulan selama tiga tahun.

Program ini bermaksud menghidupkan kembali populasi pulau nan menipis. Prioritas diberikan kepada family dengan anak-anak serta mereka nan mempunyai skill sebagai pengrajin, petani, kreator roti, nelayan, dan pekerja konstruksi.

2. Swiss: Subsidi hingga Ratusan Juta Rupiah

Desa Albinen menawarkan biaya sebesar 18.800 pound sterling alias sekitar Rp438 juta untuk dewasa dan tambahan 9.400 pound sterling alias sekitar Rp219 juta per anak bagi family nan pindah ke sana.

Syaratnya:
- Berusia di bawah 45 tahun.
- Berkomitmen tinggal selama 10 tahun.
- Membeli alias membangun rumah senilai minimal £188.000.
- Memiliki izin tinggal permanen (C-permit) alias menjadi penduduk negara Swiss.

3. Irlandia: Dana Renovasi Bangunan Tua

Pemerintah Irlandia memberikan hibah hingga 72.800 pound sterling alias sekitar Rp1,69 miliar bagi mereka nan bersedia membeli dan merenovasi gedung terbengkalai.

Hibah ini meningkat jika gedung berada di pulau-pulau lepas pantai. Properti tersebut kudu sudah kosong selama minimal dua tahun dan dibangun sebelum 2008.

[Gambas:Instagram]

4. Spanyol: Insentif Desa Terpencil

Beberapa wilayah pedesaan di Spanyol, seperti wilayah Ambroz, menawarkan hibah hingga 13.000 pound sterling alias sekitar Rp303 juta bagi masyarakat baru nan menetap minimal dua tahun. Desa Rubia apalagi menawarkan tunjangan bulanan antara 86 hingga 130 pound sterling bagi mereka nan pindah ke sana.

5. Chile: Modal untuk 'Startup' Teknologi

Berbeda dengan nan lain, Chile mencari penanammodal dan inovator. Pemerintah menawarkan hibah tanpa ekuitas hingga 74.000 pound sterling alias sekitar Rp1,72 miliar bagi startup berbasis teknologi nan mau bermarkas di sana. Peserta juga mendapatkan visa kerja dua tahun, ruang kantor, dan akses ke jaringan mentor global.

6. Italia: Rumah Seharga Rp17 Ribu

Italia sempat viral dengan program rumah seharga 1 euro alias sekitar Rp20.100. Ini adalah upaya menyelamatkan kota-kota meninggal nan ditinggalkan kaum mudanya.

Rumah nan ditawarkan biasanya dalam kondisi rusak parah. Pembeli wajib menyelesaikan pembaharuan dalam waktu tiga tahun, nan berfaedah biaya akhir bakal jauh lebih besar dari nilai belinya. Namun, total biaya tersebut tetap dianggap jauh lebih murah dibanding membeli rumah baru.

7. Jepang: Pindah ke Pedesaan

Jepang juga tak mau kalah dengan menawarkan insentif sebesar 1 juta yen alias sekitar Rp108 juta per anak bagi family nan bersedia pindah dari Tokyo ke kota-kota alias desa-desa nan populasinya tengah menurun di area pedesaan.

Langkah-langkah berani dari beragam negara ini membuktikan bahwa di tahun 2026, mobilitas dunia bukan lagi sekadar impian, melainkan kesempatan ekonomi bagi mereka nan berani mengambil tantangan.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru