Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pemerintah berencana mempertimbangkan pemberian subsidi untuk pembelian seluruh model kendaraan berbasis listrik (electric vehicle/EV).
Ini menjadi terobosan baru dalam meningkatkan populasi kendaraan listrik, sehingga support pembelian tidak hanya ditujukan bagi motor listrik, tetapi juga mobil berbasis listrik.
"Semua harus, semua kelak bakal berbasis electric vehicle," kata Agus melansir CNBC Indonesia, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kebijakan ini bakal ditempuh lantaran mempertimbangkan pengarahan Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan daya nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konflik nan berjalan di Timur Tengah, hingga mengganggu aktivitas perdagangan komoditas daya di Selat Hormuz, khususnya minyak mentah bumi menurut Agus menjadi tolak ukur bahwa Indonesia kudu segera beranjak ke kendaraan berbasis sumber daya baru dan terbarukan, seperti EV.
"Dulu waktu kita kreasi program EV itu kan tetap kita menggunakan pendekatan pengurangan emisi. Itu juga penting. Nah tapi sekarang dengan adanya pengalaman kita mengatakan Hormuz sehingga itu juga kudu dikaitkan dan mungkin lebih krusial terhadap ketahanan energi," tuturnya.
"Jadi ketahanan daya itu mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM," tegas Agus.
Usulan tersebut menjadi sesuatu nan baru, di mana selama ini support pemerintah hanya kepada insentif fiskal bakal mobil listrik seperti halnya bebas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Selama ini support pembelian kendaraan listrik hanya diberikan untuk masyarakat pembeli motor listrik.
Insentif seperti itu sempat melangkah pada 2023-2024 dengan jumlah support pembelian Rp7 juta per unit untuk motor listrik baru.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·