CNN Indonesia
Minggu, 12 Apr 2026 21:10 WIB
Ilustrasi. Sebuah penelitian baru dari Jepang mengungkap argumen kucing suka tak menghabiskan makanannya. (iStockphoto/ChristopherBernard)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak pemilik kucing pasti sering mengalami situasi para anabul ini tidak pernah menghabiskan makanannya. Meski sering rewel saat makanannya terlambat, para anabul ini sering kali hanya makan sebagian saja saat makanan sudah tersedia.
Kadang, sisa makanan tersebut hanya dicicil sepanjang hari, alias kucing malah meminta tambahan makanan walaupun tetap tersisa makanan di mangkuknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ini rupanya mempunyai argumen ilmiah nan menarik di baliknya. Baru-baru ini, para peneliti dari Jepang mengungkap penyebab kenapa kucing condong tidak menghabiskan makanannya. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.
Penelitian mengenai kebiasaan makan kucing
Para intelektual di Jepang melakukan pengamatan terhadap kebiasaan makan kucing. Mereka menemukan, makin sering kucing diberikan makanan kering nan sama secara berulang, makin sedikit pula makanan nan mereka makan.
"Studi ini menunjukkan bahwa penghentian makan prematur pada kucing domestik sangat berangkaian dengan aspek penciuman dan bukan hanya rasa kenyang fisiologis," kata para peneliti, dilansir dari Gizmodo.
Para peneliti tersebut, ialah Masao Miyazaki dkk. nan menerbitkan hasil penelitiannya di jurnal Physiology & Behavior pada 2026 ini.
Dalam studi ini, para peneliti bereksperimen dengan 12 kucing dan memberikan enam jenis makanan kering komersial berbeda untuk menentukan preferensi makan mereka, mulai dari makanan jenis A sampai F. Tipe F merupakan nan paling disukai kucing pada umumnya.
Dalam percobaan pertama, kucing diberi porsi makanan sebanyak enam siklus dalam dua jam. Pada dua siklus pertama, kucing diberi makanan sama, lampau makanan nan berbeda pada siklus ketiga. Cara nan sama dilakukan pada siklus keempat hingga keenam.
Ketika makanan nan sama diberikan terus-menerus, para kucing bakal makan makin sedikit, sekalipun itu makanan jenis F nan populer. Namun, saat diberikan makanan nan berbeda dalam setiap siklus, total konsumsi makanan para kucing jadi meningkat.
Eksperimen lain menunjukkan, ketika kucing makan makanan nan sama selama lima siklus, lampau diberi makanan baru di siklus keenam, nafsu makan mereka kembali melonjak.
Hal ini terjadi meski makanan baru tersebut awalnya kurang disukai dibanding makanan nan diulang pada lima siklus awal.
[Gambas:Video CNN]
Paparan aroma makanan nan sama secara terus-menerus rupanya menyebabkan kucing makan lebih sedikit. Sebaliknya, aroma nan berbeda bisa meningkatkan nafsu makan mereka.
Penelitian ini menyimpulkan, penyesuaian dan ketidaktertarikan nan dipicu oleh aroma makanan sama, berkedudukan krusial dalam mengatur motivasi makan kucing. Hal ini juga menjelaskan kenapa kucing condong makan dalam porsi mini tetapi sering.
Apa nan kudu dilakukan pemilik kucing?
Foto: xxoktayxx/Pixabay
Ilustrasi memberi makan pada kucing.
Kebiasaan kucing nan tidak menghabiskan makanannya rupanya berangkaian erat dengan aspek penciuman dan kebaruan makanan, bukan semata-mata lantaran rasa kenyang.
Penelitian ini membuka wawasan baru tentang gimana indera kucing memengaruhi pola makan mereka nan unik. Sebagai pemilik, memahami perihal ini bisa membantu kita memberikan perawatan dan pola makan nan lebih baik untuk anabul kesayangan.
Tips dari WebMD, jika kucing sehat tetapi suka pilih-pilih makanan, Anda bisa meningkatkan nafsu makan mereka. Selingi makanan harian dengan ati alias tuna kaleng dalam porsi kecil, nan krusial jangan berlebihan lantaran bisa menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.
Cara lain, ialah memanaskan makanan alias menambahkan minyak ikan, kaldu tanpa bawang, alias telur rebus juga bisa menjadi trik agar kucing lebih tertarik makan.
Jika kucing Anda terbiasa dengan makanan manusia, lakukan transisi secara berjenjang dengan mencampur makanan manusia dan makanan kucing, lampau perlahan-lahan kurangi porsi makanan manusia sampai kucing hanya makan makanan kucing.
Namun terkadang penolakan kucing terhadap makanan bisa disebabkan oleh perihal lain juga, misalnya ada masalah kesehatan. Jika kucing sama sekali tidak mau makan, ini bisa rawan dan memerlukan perhatian segera.
Jadi, jika menemukan kondisi ini pada kucing, konsultasikan dengan master hewan untuk menentukan pola makan terbaik. Mungkin master bakal memberikan perubahan jenis makanan, pemberian makanan kaleng, alias apalagi pemberian obat penambah nafsu makan.
(rti)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·