Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menerbitkan surat petunjuk kepada kadernya di jejeran kepala wilayah dan legislatif untuk berhemat sebagai antisipasi atas kenaikan nilai minyak bumi akibat perang Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Surat diteken Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto pada Kamis (5/3), perihal petunjuk antisipasi akibat kenaikan nilai minyak dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat surat itu, PDIP berbilang kenaikan USD1 nilai minyak mentah bumi berpotensi menambah beban subsidi minyak nasional hingga kurang lebih Rp7 triliun.
"Hal tersebut berimplikasi pada kenaikan nilai BBM, kenaikan biaya pengedaran barang, nilai pangan, serta memicu inflasi nan memberatkan
kehidupan rakyat kecil," demikian dikutip dari surat tersebut, Senin (9/3).
PDIP mengeluarkan lima petunjuk dalam surat itu, nan ditujukan kepada kadernya di jejeran kepala wilayah dan ketua lembaga legislatif, salah satunya untuk mulai berhemat dan melakukan efisiensi.
"Melaksanakan penghematan dan efisiensi anggaran dengan memprioritaskan shopping nan secara langsung menyentuh kepentingan rakyat serta menunda aktivitas nan tidak mendesak," demikian bunyi poin ketiga petunjuk tersebut.
Kedua, PDIP juga meminta kepala wilayah dan ketua legislatif untuk berbilang atas kenaikan nilai minyak bumi terhadap akibat fiskal APBD.
Ketiga, PDIP juga meminta DPRD memperkuat kegunaan pengawasan terhadap penyelenggaraan APBD secara konstruktif dan efektif. Keempat, PDIP meminta kader mengantisipasi kenaikan nilai pangan dan biaya distribusi, dan memastikan stabilitas pasokan dan nilai di masing-masing daerah.
Kelima, PDIP meminta kadernya di pelaksana legislatif memperkuat program jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin, buruh, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan golongan rentan lainnya.
"Demikian petunjuk ini disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan keberpihakan kepada rakyat kecil".
(thr/wis)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·